Apa Saja yang Perlu dan Penting dalam Perubahan di Sekolah?

Sekolah yang begitu-begitu saja akan ditinggal oleh orang tua siswa yang percaya dan selama ini mendukung perubahan di sekolah.Hal-hal apa saja yang penting dan perlu dalam perubahan di sekolah? Berikut ini adalah pemaparannya:

1. Harus punya arah

Jika tidak punya arah maka guru akan kebingungan, orang tua siswa menjadi tidak pasti, pendanaan menjadi mubazir dan tidak efektif.

2. Mesti ada keberanian

Saat perubahan terjadi mungkin guru akan gelisah dan curiga, orang tua siswa mempertanyakan. Jadi sekolah harus punya keberanian untuk mempertanggungjawabkan perubahan yang dilakukan.

3.Mesti kreatif.

Tanpa kreativitas perubahan akan jadi pekerjaan yang tidak ada habisnya dan semua orang akan kelelahan.

4.Orang yg melaksanakan mesti tahan banting.

Jika untuk tujuan benar walau hanya 1 orang yang mendukung harus jalan terus.

(Penulis adalah Kepala Sekolah Ananda Islamic School)
Blog: gurukreatif.wordpress.com

Kenali 3 Cara Belajar Anak

Setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri, itulah mengapa ada anak yang sangat sulit jika disuruh belajar dari buku, ada juga yang baru dapat mengerti jika dijelaskan sambil mempraktikkannya langsung, dan ada juga yang suka belajar yang materinya dalam bentuk video .

Sebenarnya banyak sekali teknik teknik belajar anak sesuai dengan caranya sendiri, tetapi secara gambaran besar cara belajar anak dapat digolongkan menjadi, visual, auditory dan kinestetik. Masing masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini penjelasannya.

1. Visual Cara belajar anak visual biasanya lebih mudah dan cepat memahami dengan membaca atau melihat terlebih dahulu. Diperkirakan, sebanyak 80% pelajaran dapat dimengerti melalui penglihatannya. Membaca buku dan melihat gambar adalah cara yang paling disukainya. Jika Anda sebagai pengajar dikelas ada siswa yang senang duduk di bangku paling depan besar kemungkinan dia adalah tipe visual ini. Mereka dapat mengingat apa yang dibacanya dan mudah menulis ulang tetapi lemah jika di intruksi secara lisan.

2. Auditory Cara belajar auditory sangat mengandalkan indera pendengaran. Mereka lebih suka dijelaskan secara lisan. Karakteristik model belajar ini benar – benar menggunakan pendengaran sebagai alat utama untuk belajar. Kekurangan dari model belajar ini adalah kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung. Coba Anda tanyakan apakah dia lebih suka menyimak pelajaran dari papan tulis atau didikte oleh gurunya.

3. Kinestetik Anak tipe kinestetik cenderung tidak bisa diam karena mereka tertarik untuk langsung mempraktikannya tanpa mengikuti intruksi terlebih dahulu, oleh karena itu anak tipe kinestetik ini sering kali dicap anak nakal. Cara belajar anak tipe ini cenderung lebih suka berekperimen dibandikan hanya membaca atau mengetahuinya saja. Mereka juga suka mempraktikkan apa yang dilakukan oleh orang dewasa dan langsung mempraktikkannya. Coba tanyakan kepada anak Anda apakah yang dia pikirkan tentang ‘anak ayam’, jika ia menjawab yang berhubungan dengan sentuhan dan rasa, maka besar kemungkinan anak anda adalah tipe kinestetik.

10 Karakter Guru yang Bagus untuk Dijadikan Guru Sekolah Anda

oleh: Agus Sampurno

Menyeleksi guru adalah pekerjaan ‘abadi’ dari seorang kepala sekolah. Sekolah mengandalkan kepala sekolah dalam mencari guru yang pantas dan cocok mengajar di kelas. Seperti semua proses seleksi, proses menyeleksi guru juga punya resiko dan hal yang mesti diwaspadai.

Untuk itu saya mencoba menguraikan kriteria guru seperti apa yang pantas untuk direkrut sebagai guru di sekolah anda.

1. Sesuai visi misi sekolah

Cari lah guru yang sesuai dengan visi misi sekolah anda. Sayangnya banyak sekolah yang merekrut guru hanya karena mau digaji kecil atau kenalan si A atau saudaranya si B. Sebelum merekrut resapi kembali visi misi sekolah anda dan rasakan apakah kandidat yang ada di depan anda ini cocok atau tidak dengan visi misi sekolah anda dalam hal kepribadian, cara komunikasi dan filosofinya terhadap pendidikan.

2. Mengerti paedagogi

Banyak guru yang bukan berasal dari fakultas keguruan. Untuk guru yang punya latar belakang seperti ini tanya apa alasannya menjadi guru, dan bagaimana cara ia memandang dunia belajar mengajar. Kalau meragukan berarti kandidat ini hanya ingin jadikan profesi guru sebagai batu loncatan untuk ke pekerjaan berikutnya. Bahkan dari fakultas keguruan pun mesti ditanya kembali filosofi pendidikanya, jika kurang menyertakan aspek siswa atau anak didik, jangan lah diterima karena tipe guru seperti ini adalah tipe guru ‘teacher centered’

3. Tahu latar belakang sekolah

Silahkan bertanya menurutnya bagaimana sekolah anda. Jika analisanya dalam dan baik sebagai masukan. Selamat! Anda sudah menemukan guru yang tepat

4. Yang bisa bertanya saat diminta bertanya

Guru yang bagus senang bertanya. Proses seleksi bukan sekedar kandidat guru ditanya-tanya oleh kepala sekolah namun juga ada saatnya si calon mesti bertanya. Minta ia bertanya sesuatu mengenai sekolah anda, jika pertanyaannya bermutu dan cerdas berarti ia adalah guru yang cocok

5. Punya kemampuan komunikasi yang bagus

Carilah guru yang sopan, tau etika dan punya komunikasi yang bagus. Guru yang punya komunikasi yang bagus akan membantu perannya sebagai guru. Namun tanya hati kecil anda juga sebagai kepala sekolah, apakah komunikasinya yang bagus ini positif atau negatif. Karena komunikasi yang negatif akan membuat sekolah anda bernuansa negatif juga. Silahkan mencari guru yang pandai menempatkan diri tidak terlampau serius namun juga tidak cengengesan

6. Berpakaian pantas

Tidak perlu mahal, guru yang professional tahu bagaimana berpakaian pantas dan nyaman. Guru dengan bau badan berarti punya hal yang belum ia lakukan dengan benar dalam soal kebersihan.

7. Meminta gaji yang sesuai

Guru professional tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri. Guru yang meminta gaji terlampau murah atau mahal perlu diteliti lagi latar belakangnya. Jika sekolah sudah bisa memakai UMR sebagai patokan akan lebih baik lagi.

8. Punya blog atau twitter yang aktif

Merupakan nilai lebih jika calon guru punya blog dan twitter yang aktif. Lihat tulisan atau lini masanya. Cari guru yang tidak galau dan berpikiran positif, guru yang sukanya mengeluh, mencaci dan berkata kasar di social media jangan direkrut sebagai guru.

9. Menulis email dengan benar

Jika anda menerima lamaran lewat email, maka lihat cara dia menulis email. Banyak sekali calon guru yang saat melamar hanya menulis email kosong sambil diselipi CV dan surat lamaran pada attachmentnya, calon guru yang seperti ini perlu belajar banyak soal etika dalam dunia online. Ada juga guru yang menggunakan nama tidak resmi dan tidak serius. Misalnya “[email protected] atau [email protected] dan sejenisnya yang mencerminkan belum dewasanya ia sebagai pribadi.

10. Pengalaman penting namun bukan segalanya

Sekolah yang baik mengandalkan pada system dan bukan pada orang per orang. Menerima guru yang sudah pengalaman memang penting, namun lebih penting menerima guru yang mau berubah dan bersedia menerima masukan.

(Penulis adalah Kepala Sekolah Ananda Islamic School)