Yukk intip Tipsberikut “Meningkatkan Menulis Anak…”

Sebagai guru, tentu Anda pernah atau sering berhadapan dengan anak yang mengucapkan hal tersebut. Setiap anak tentu memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan pesan dengan baik. Ada yang banyak berbicara, namun jika dihadapkan dengan pensil dan pulpen, mereka cenderung ragu dan tidak tahu apa yang harus ditulis. Lantas, bagaimana Anda sebagai guru untuk membantu sang anak dengan masalahnya dalam menulis?Berikut ini beberapa strategi yang bisa Anda coba:

1. Murid Bicara, Guru Menulis

Minta murid Anda berdiri saat Anda duduk di bangkunya. Lalu katakan padanya “Kamu bicara, saya akan menulis.” Hal ini biasanya membuat si anak lengah dan berpikir bahwa tidak ada pilihan lain selain berbicara.

2. Rekam suara

Anda bisa mencoba meminta sang anak merekam sendiri saat ia berbicara tentang karangannya. Lalu minta dia untuk menuliskan kembali apa yang ia rekam.

3. Audio Transcribe

Anda bisa gunakan aplikasi yang bisa mengubah suara menjadi tulisan (Audio Transcribe). Beberapa pilihannya yaitu PaperPortNotes, Naga NaturallySpeaking, Dictation Pro, dan VoiceTranslator. Mintalah murid Anda untuk berbicara saat Anda gunakan aplikasi audio transcribe itu. Setelah selesai transcribe, murid bisa menulis kembali dari hasil rekaman tersebut.

(Disadur dari edutopia.org)

Mendidik Anak Agar Gemar Membaca

Membaca merupakan gerbang ilmu dan kunci sukses dalam dunia akademis anak. Oleh karena itu kebiasaan membaca harus diajarkan sejak anak usia dini. Tapi untuk mendidik anak agar rajin membaca bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan rangsangan yang tepat agar anak mau terbiasa membaca sejak kecil. Para orang tua harus kreatif dan cerdas dalam mengajarkan kebiasaan membaca untuk anak. Karena dalam mendidik anak agar gemar membaca diperlukan cara dan tips yang tepat sehingga anak mau sedikit-sedikit menyukai kebiasaan membaca.

Menurut seorang pakar pendidikan yaitu Sharon Darling menyatakan bahwa kebiasaan membaca merupakan kunci keberhasilan dunia akademis anak, Sharon Darling merupakan pendiri dari National Centre for Family Literacy. Tapi dalam mendidik agar anak memiliki kebiasaan membaca membutuhkan ketelatenan. Mengingat membudidayakan membaca di negara berkembang sepeti Indonesia membutuhkan perjuangan yang berat. Banyak hal yang menyebabkan tantangan ini semakin bertambah. Diantaranya adalah lingkungan masyarakat Indonesia yang sedikit sekali gemar membaca.Tentunya lingkungan sangat mempengaruhi terhadap minat baca anak.

Berikut cara dan tips agar anak suka membaca.

1.Berikanlah contoh perilaku gemar membaca kepada anak. Dengan menunjukkan kepadanya bahwa kita sebagai orangtuanya memiliki kesenangan untuk membaca, karena anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtua. Lakukanlah sebisa mungkin setiap harinya, agar anak mudah mengingat dan memahami apa yang telah dibacanya.

2.Mengalokasikan dana. Para orang tua hendaknya menyisihkan sedikit penghasilannya untuk membeli buku. Baik itu untuk anak-anak maupun untuk orang tua itu sendiri. Ajak anak untuk ikut mengunjungi toko buku agar anak memiliki minat baca. Buku yang dibeli tidak harus mahal tapi belilah buku yang bisa memberikan manfaat.Untuk anak-anak biasanya suka melihat buku cerita yang menampilkan gambar baik itu gambar binatang, kendaraan dan lain sebagainya.

3.Berikan anak kesempatan untuk memilih buku yang akan dibacanya. Hal ini akan membantu anak untuk lebih mudah tertarik pada buku bacaan. Alangkah lebih baik jika mengunjungi perpustakaan secara rutin untuk membantu proses pemilihan buku oleh anak agar menjadi lebih menyenangkan.

4.Anak-anak biasanya akan lebih terpancing dengan gambar dan warna yang menarik. maka sebelum memilih buku yang akan dibaca, diskusikanlah bersama anak mengenai isi buku tersebut dengan terlebih dahulu membahas apa yang bisa terlihat dari sampul depan buku. Dan ajaklah anak untuk menebak kira-kira apa ya isinya berdasarkan gambar dan warna di sampul tersebut.

5.Membuat perpustakaan keluarga. Mengumpulkan buku yang sudah berserakan dimana-mana menjadi satu tempat akan membuat suasana kondusif sehingga minat baca tetap terjaga. Buatlah ruangan khusus baca agar anak tertarik menyimpan koleksi bukunya sehingga anak akan tertarik untuk membeli buku baru lagi.

6.Sampaikanlah pesan moral. Setelah membacakan buku dan berikan penekanan kata-kata penting yang bisa bermanfaat untuk anak.

Membaca merupakan gerbangnya ilmu. Oleh karena itu kebiasaan ini harus terlatih sejak anak usia dini. Jangan biarkan anak tumbuh dengan jumlah kualitas membaca yang sedikit. Mari jadikan kegiatan membaca menjadi kegiatan yang rutin sehingga akan bisa menambah ilmuan kita dan terutama anak-anak, pengetahuan bisa luas dikarenakan banyak membaca.

Semangat Belajar Usai Liburan

Tahun ajaran baru segera datang. Setelah liburan, fenomena yang kerap terjadi pada banyak siswa adalah kehilangan semangat belajar. Ini bisa dimaklumi karena, setelah sebelumnya menghabiskan hari-hari dengan belajar, liburan mereka jadikan kesempatan untuk menciptakan kebiasaan yang menggantikan rutinitas belajar mereka.

Liburan, dengan kata lain, bukan lagi berdampak sebagai jeda untuk membuat belajar lebih giat, tapi malah seperti bumerang. Alih-alih semangatnya naik, energi para siswa, bahkan mahasiswa, justru turun setelah liburan pergantian semester. Sebagai guru atau orang tua, ini adalah masalah yang lazim dihadapi, namun bukan berarti mudah untuk diatasi. Segera setelah kembali, para murid harus segera kembali dimotivasi.

Apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan kembali semangat belajar usai liburan? Berikut tipsnya:

1.Berbagi cerita liburan. Apa yang dilakukan selama liburan? Gunakan keinginan siswa untuk bercerita tentang liburan mereka sebagai dasar untuk kegiatan pendidikan. Dapat juga dibuat kompetisi bercerita, atau menulis, atau bahkan dalam bentuk yang lebih kreatif lagi-misalkan menjadikannya sebuah film pendek. Tujuan dari kegiatan ini adalah membuka jalur komunikasi dan menjadikan siswa kembali mengaktifkan otak mereka. Ini semacam pemanasan, sebelum mereka masuk waktu-waktu belajar seperti biasanya.

2.Beri penghargaan. Pastikan anda memiliki sistem penghargaan untuk tugas-tugas yang diberikan kepada murid. Entah itu sebuah sertifikat sekolah standar, program penghargaan, dan bonus kecil-kecilan. Setidaknya, hari-hari pertama masuk sekolah dapat menjadi sesuatu yang sama atau bahkan lebih menyenangkan dari liburan mereka.

3.Bicarakan cita-cita masa depan. Dengan melakukan ini, para murid seolah diingatkan kembali mengenai hari-hari mendatang. Zona nyaman seringkali muncul ketika kita terlalu menikmati hari ini. Akan tetapi, barang siapa yang mengingat seperti dia ingin menjadi, zona tidak nyaman otomatis muncul. Belajar, kerapkali, diasumsikan sebagai sesuatu yang mengganggu kesenangan. Memaksa dan membuat mereka tidak bisa bersantai menikmati keadaan. Belajar baru menjadi hal yang menyenangkan, semangat dilakukan, ketika murid-murid tersebut sadar: untuk apa dia belajar?

4. Komunikasi. Ajaklah anak mengobrol tentang sekolahnya. Dalam obrolan itu, usahakan Anda membicarakan hal-hal positif tentang sekolah. Jangan buat anak takut, sehingga berbagai kekhawatirannya seperti apakah temannya akan baik padanya, makin membuatnya stres.

Dengan melakukan ini, selain membangun motivasi ke dalam diri siswa, pengajar pun membantu murid-muridnya lebih terarah, fokus, dan siap menjalani hari-harinya.

Manfaatkan Hari Liburan Anak dengan Hal Kreatif!

Tidak terasa tahun ajaran lama telah selesai yang diakhiri dengan masa – masa liburan yang mana hari – hari yang paling disenangi oleh anak-anak. Masa liburan memang diadakan bagi semua orang untuk me-refresh mental kita dari segala pikiran yang berhubungan dari urusan kerja atau belajar.

Sayang jika waktu liburan terlewatkan hanya untuk bersantai-santai, bermain game seperti game playstation atau sekedar menonton televisi saja. Mengisi waktu libur dengan sejumlah hal kreatif tentu akan sangat berguna bagi Anda dan keluarga. Setidaknya bisa menambah pengetahuan bagi anggota keluarga, khususnya anak-anak.

Tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk mengisi waktu liburan yang menyenangkan dan menenangkan pikiran keluarga. Karena memilih liburan kreatif bersama keluarga tidak selalu identik dengan berwisata ke tempat yang mahal harganya. Selama anda masih cermat dalam memilih tempat liburan yang tepat untuk menenangkan pikiran, ada banyak alternatif tempat yang masih terjangkau oleh pemasukan dan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas serta pengetahuan. Karena selain mengembangkan kreativitas serta pengetahuan, liburan yang kreatif dapat mempererat hubungan keluarga.

Mengisi liburan yang kreatif dapat dilakukan bersama keluarga dengan cara berikut:

1. Berkunjung ke toko buku ataupun perpustakaan.
Memang hal terlihat biasa-biasa saja. Namun jika Anda mampu memilihkan daftar buku yang menarik minat si Anak, pastilah kunjungan Anda bersama keluarga dan anak-anak ke toko buku ataupun perpustakaan menjadi salah satu liburan yang istimewa bagi mereka.

2. Berlibur ke tempat kesenian.
Untuk menambah pengetahuan, Anda bisa mengajak keluarga dan anak-anak mengunjungi tempat-tempat yang menunjukkan cara membuat sebuah prakarya. Misalnya saja pabrik pembuat kendi. Di sana Anda akan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara membuat kendi dan cara-cara pembuatannya. Dengan demikian anak pasti akan mendapatkan pengalaman baru yang tidak terlupakan.

3. Kembangkan keterampilan dan bakat anak
Manfaatkan waktu libur anak-anak dengan mengikutkan mereka ke sejumlah sanggar kreatifitas. Misalnya saja les tari, melukis, drama, dll.

4. Berwisata ke tempat bersejarah
Ada banyak tempat bersejarah di tanah air yang bisa Anda kunjungi di museum sejarah. Latihlah anak-anak untuk mencatat informasi penting mengenai tempat bersejarah yang mereka kunjungi. Termasuk penjelasan yang disampaikan oleh tour guide. Setelah itu Anda bisa mengajak anak-anak menceritakan ulang apa yang mereka tulis ke dalam bentuk karangan;

5. Beribur ke tempat yang menambah wawasan
Jika Anda memiliki budget yang terbatas, tak ada salahnya mencoba berkunjung ke obyek wisata bertarif murah tapi tetap memberikan banyak pengetahuan bermanfaat. Misalkan saja kebun binatang atau pantai.

6. Berkemah di alam terbuka
Salah satu alternatif dalam memilih liburan yang paling sering di rencanakan oleh kebanyakan keluarga. Pilihlah lokasi camping yang aman dan nyaman untuk keluarga dan anak-anak. Camping bisa mendekatkan anak pada alam terbuka dan belajar banyak hal dari sana. Jika budget berlebih, Anda bisa menyewa jasa provider outbound yang bisa membantu merancang sejumlah kegiatan di alam terbuka yang cocok untuk mengembangkan kreatifitas keluarga dan anak-anak.

Bila orangtua tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersama anak menikmati liburan akibat dari kesibukan kerjanya sehari-hari, maka sebaiknya orangtua tetap mencoba meluangkan waktu untuk menjalin kedekatan dengan anak, walaupun tidak sepanjang hari libur anak. Tunjukkan pada anak bahwa orangtua tetap memperhatikan anak, dengan terus mengusahakan terciptanya suasana liburan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak. Jadikanlah masa liburan anak menjadi waktu yang sangat berkesan dan meninggalkan kenangan yang indah bagi dirinya. Dengan demikian, kehangatan keluarga akan terkenang sepanjang hidup anak. Perasaan anak untuk selalu merindukan orangtuapun akan tercipta dengan sendirinya.

Yukk…membuat pelangi….

Mengajar “Terjadinya Pelangi” dengan Media Gelas Air, dan Kertas oleh Kak Marina

Membuat Pelangi Berbahan Gelas  dan Air + Kertas
Oleh Kak Marina

Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Bagaimana mengajarkan  anak-anak tentang  proses terjadinya  pelangi? Tentu  tidak  mudah  untuk  menjelaskannya  kepada anak-anak bila kita  hanya menjelaskannya sebatas teori  saja. Mari  kita lihat prakteknya dan alat-alat  yang  digunakan.

nativegrreen.blogspot.com
Mengajar “Terjadinya Pelangi”

Bahan-bahan yang  digunakan oleh Kak  Marina adalah:
1. Gelas
2. Air
3. Kertas putih
4. Buku / kertas untuk  mencatat
5. Pot  (benda lain sebagai alas gelas).

Cara  mengejarkannya adalah  sbb:
1. siapkan kertas hvs putih
2, gelas bening diisi air penuh
3, Taruh  gelas  di atas baskom
4. Letakka di tempat yang  terkena sinar matahari, kalau di ruang gelap bisa coba pake senter sebagai pengganti matahari
5. Akan terlihat  warna-warna  yang  bermacam-macam (seperti warna pelangi).

Kegiatan selanjutnya, anak-anak bisa kita ajak   untuk  menggambar sebuah pelangi. Warna yang  digambar oleh anak-anak  adalah  sesuai dengan gambar yang  dilihat di atas kertas putih. Kemudian anak-anak bisa menghiasi  pelangi dengan pemandangan alam. Percobaan  ini bisa dilakukan dalam  mengajar anak didik bertema alam  semesta.
Bagaimana? Menarik  Bukan? Kalau  anda ingin tahu lebih lanjut tentang percobaan  di atas, silakan tanya langsung  pada Kak Marina  , dengan klik FORUM TK DAN PAUD. Jangan lupa, sebelum klik FORUM TK DAN PAUD, silakan aktifkan akun Facebook anda terlebih dahulu, dan bila berkenan silakan bergabung di FORUM TK DAN PAUD agar anda menemukan banyak teman  kreatif lainnya baik yang  berprofesi  sebagai pendidik maupun orang  tua  dari seluruh pelosok  tanah air.
sumber:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com