Metode Pembelajaran di Sekolah Alam

Metode Action Learning (AL) memiliki formula L = P + Q. Rinciannya: L untuk learning, P untuk “program knowledge” yang diperoleh dari buku, majalah, internet atau televisi yang telah didisain untuk keperluan siswa atau mahasiswa, sedangkan Q adalah “the questioning process“yaitu proses bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi. Menurut Dr. Antony Hii, perguruan tinggi dunia sekelas Harvard dan Massachussets Institute of Technology (MIT) kini telah menerapkan sistem yang serupa dengan AL, hanya saja di Harvard asas itu disebut dengan asas “what if“: belajar mengantisipasi “bagaimana jika sesuatu hal terjadi dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.”

Bisa disimpulkan bahwa AL merupakan sebuah metode alternatif untuk melengkapi metode-metode peningkatan sumber daya manusia yang selama ini dijadikan konsep baku di seluruh dunia melalui sistem kurikulum klasikal di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Mengapa menggunakan Action Learning? Kombinasi “doing” dan “thinking” pada kegiatan Action Learning menghasilkan beberapa manfaat yang unik. Seperti hal dibawah ini:

  • Ownership.
  • Creativity.
  • Communication.
  • Personal growth.
  • Application.

Di Indonesia yang sudah menggunakan metode diatas adalah Sekolah Alam. Beberapa sekolah alam menerapkan metode AL karena didukung dengan situasi dan area tempat pelajar yang menunjang aktivitas-aktivitas yang biasa digunakan metode AL. Dan ada orang tua berpendapat, “Saya tidak menginginkan nilai anak saya bagus. Yang saya inginkan anak saya memiliki karakter bagus, berakhlak, mandiri dan bertanggung jawab. Saya tidak mendapatkan pendidikan karakter, moral, akhlak dan tanggung jawab di sekolah umum. Itu poin penting mengapa saya menyekolahkan anak saya di sekolah alam.”

Keuntungan Anak Belajar di Sekolah Alam

Sekolah bermetode alam adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran murid. Di sini, anak belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta.

Dalam konsep pendidikan sekolah alam, terdapat 3 fungsi, yakni:

• Alam sebagai ruang belajar.

• Alam sebagai media dan bahan mengajar.

• Alam sebagai objek pembelajaran.

Ciri khas sekolah:

• Para murid lebih banyak belajar di alam terbuka.

• Metode belajar mengajar lebih banyak menggunakan metode action learning, yaitu anak belajar melalui pengalaman. Jika mengalaminya secara langsung, ia akan belajar lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif.

• Penggunaan alam sebagai media belajar bertujuan agar murid lebih peduli dengan lingkungan dan bisa menerapkan pengetahuan yang dipelajari.

Kelebihan:

• Anak tidak hanya terpaku pada teori saja, tetapi bisa mengalami langsung pengetahuan yang dipelajari.

• Meninggalkan sistem belajar mengajar konvensional, yaitu guru menerangkan dan murid mendapat pengetahuan hanya dengan mengandalkan buku panduan.

• Ruang kelas terbuka atau tidak mengungkung anak di dalam 4 sisi dinding.

Kekurangan:

Karena belajar di alam, anak dengan gaya belajar visual akan mudah terganggu oleh sesuatu yang bergerak.

Karakteristik anak yang pas:

Anak yang secara seimbang bisa menggunakan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Beberapa pilihan sekolah:

  1. Green School (KB dan TK) – Tangerang, Website: www.sekolahalamtangerang.org
  2. Green School Kulkul Campus – Bali, Website: www.greenschool.org
  3. Sekolah Alam Indonesia (KB, TK, SD, dan sekolah lanjutan) – JakSel,Website: www.sekolahalamindonesia.org
  4. Sekolah Alam Bogor (KB, TK, SD, dan anak berkebutuhan khusus) – Bogor, Website: www.sekolahalambogor.org

– See more at: http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/metode-pembelajaran-action-learning-di-sekolah-alam.html#sthash.guc87Rj8.dpuf

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *